Inovasi

PowerLight Kembangkan Teknologi Laser ARC untuk Mengisi Daya Drone Saat Terbang

PowerLight Technologies mengembangkan sistem pengisian daya nirkabel berbasis laser bernama Aerial ReCharge (ARC) yang memungkinkan drone menerima energi ketika masih terbang. Inovasi teknologi ini memperoleh dukungan pendanaan lanjutan dari Departemen Perang Amerika Serikat melalui Direktorat Operational Energy–Innovation pada 8 Oktober 2026. Sistem ARC dirancang untuk mengatasi keterbatasan daya tahan baterai pesawat tanpa awak dengan mengirimkan energi dari pemancar di darat menuju penerima khusus pada drone. Setelah melalui demonstrasi penerbangan sebelumnya, pengembangan tersebut diarahkan menuju penggunaan yang lebih luas untuk mendukung operasi udara berkelanjutan tanpa harus sering mendarat dan mengganti baterai.

Inovasi Laser Power Beaming PowerLight untuk Pesawat Tanpa Awak

Perkembangan industri drone modern memberikan solusi yang lebih fleksibel bagi pengguna perangkat udara. Namun demikian, masa operasional perangkat sering membatasi penggunaan jangka panjang. Sebagai jawaban terhadap tantangan tersebut, PowerLight Technologies merancang sistem Aerial ReCharge atau ARC yang menerapkan teknologi laser power beaming. Dengan memanfaatkan teknologi ini, drone berpotensi memperoleh energi tanpa mendarat selama berada dalam jangkauan sistem. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meminimalkan kebutuhan pendaratan berulang.

Pengembangan ARC memperoleh dukungan lanjutan dari Departemen Perang Amerika Serikat melalui Direktorat Operational Energy–Innovation. Pengembangan lanjutan tersebut dipublikasikan pada 8 Oktober 2026 sebagai upaya memperluas penggunaan teknologi transmisi energi optik. Kegiatan pengembangan ini mengembangkan kemampuan yang telah diuji melalui PTROL-UAS. Melalui percobaan yang telah dilakukan, PowerLight berhasil mengirimkan daya ke pesawat tanpa awak yang sedang terbang. Pencapaian tersebut menjadi tahapan penting menuju penerapan lebih luas. Meskipun teknologi telah didemonstrasikan, kemampuan tidak perlu mendarat tetap memerlukan dukungan infrastruktur.

Cara Kerja Teknologi Laser ARC dalam Mengirimkan Energi ke Drone

Perangkat laser power beaming PowerLight menggunakan prinsip transmisi energi optik. Dalam penerapannya, sebuah unit pemancar di darat menghasilkan energi optik melalui pancaran terfokus menuju komponen konversi energi yang terpasang pada UAV. Komponen penangkap energi tersebut memproses pancaran laser menjadi suplai daya elektrik. Listrik hasil konversi kemudian berpotensi membantu pengisian baterai pesawat. Dengan pendekatan ini, drone dapat menerima energi dari jarak tertentu. Meskipun tidak membutuhkan sambungan fisik, kesesuaian posisi penerima tetap menjadi syarat penting.

Keunggulan teknis sistem ARC adalah kemampuan mengikuti pergerakan pesawat. Mengingat pesawat tidak selalu berada pada satu titik, pemancar harus mengikuti perubahan posisi penerima. Sistem ARC memanfaatkan teknologi pelacakan yang berupaya memastikan cahaya mengenai penerima. Selain itu, sistem memerlukan pengendalian berdasarkan keadaan udara. Kondisi yang perlu diperhatikan mencakup gangguan atmosfer, variasi kondisi meteorologi, dan terputusnya hubungan optik. Untuk menjaga keselamatan operasi, teknologi tersebut harus memiliki sistem perlindungan agar pengiriman energi dapat dikendalikan.

Peran Modul Laser dalam Menyalurkan Energi ke Pesawat Tanpa Awak

Teknologi transmisi laser PowerLight menggunakan perangkat pengirim dan penerima, yaitu unit pengirim energi dan modul penerima daya di UAV. Mengacu pada rincian teknis pengembang, pemancar termasuk sistem berkekuatan kelas kilowatt. Pemancar ARC memiliki rancangan bergerak untuk kebutuhan lapangan. Di sisi penerima, sistem memiliki kemampuan keluaran puncak hingga 800 watt dengan keluaran rata-rata kurang lebih 600 watt. Kemampuan perangkat tersebut memperlihatkan sasaran daya operasional untuk drone yang kompatibel.

Tidak hanya menawarkan suplai energi, modul penerima ARC dirancang dengan mempertimbangkan bobot. Rincian teknis yang dipublikasikan menyebutkan berat kurang lebih 2,8 kilogram dengan pasokan listrik nominal sebesar 24 VDC. Massa tambahan dari modul menjadi pertimbangan ketika melakukan integrasi. Pertimbangannya adalah, beban tambahan berpotensi mengubah konsumsi energi. Pada proses integrasi sistem, PowerLight mengembangkan sistem yang tidak terbatas pada satu platform. Melalui strategi tersebut, teknologi ini membuka peluang integrasi pada beragam sistem pesawat nirawak, meskipun kompatibilitas masing-masing pesawat harus diperiksa.

Demonstrasi Sistem ARC pada Pesawat Tanpa Awak K1000ULE

Pengembangan wireless power beaming telah melalui demonstrasi penerbangan bersama Kraus Hamdani Aerospace. Dalam kegiatan tersebut, teknologi PowerLight digunakan bersama drone K1000ULE yang dikembangkan bagi operasi udara berkelanjutan. Demonstrasi yang berlangsung pada April 2026 berlangsung di kawasan Shaw Air Force Base. Melalui pengujian itu, sistem berhasil mengirimkan energi kelas kilowatt kepada UAV yang berada di udara. Hasil tersebut menjadi bukti awal kemampuan sistem.

Pengujian sistem pengisian daya nirkabel juga menunjukkan kemampuan mempertahankan operasi udara lebih lama. Berdasarkan hasil demonstrasi, energi dapat disalurkan pada ketinggian hingga sekitar 5.000 kaki. Kemampuan tersebut menjadi langkah penting dalam penerapan laser sebagai sumber daya jarak jauh. Kendati hasil pengujian menjanjikan, hasil tersebut tidak berarti setiap drone dapat terbang terus-menerus. Daya tahan aktual masih bergantung pada ketersediaan sumber listrik pemancar, kondisi cuaca, dan kebutuhan energi drone.

Potensi Pengisian Daya Nirkabel bagi Pemantauan dan Infrastruktur

Teknologi pengisian daya tanpa pendaratan berpotensi memperluas fungsi dalam berbagai kegiatan pemantauan. Sebagai gambaran penggunaan adalah observasi area yang membutuhkan kehadiran berkepanjangan. Drone yang memperoleh suplai energi tambahan berpotensi mengurangi frekuensi pendaratan dibandingkan sistem yang hanya mengandalkan baterai awal. Kemampuan ini mendukung kegiatan observasi yang lebih konsisten. Perlu diperhatikan bahwa, kelayakan ekonomi harus diperhitungkan karena stasiun transmisi membutuhkan sumber energi.

Selain kegiatan observasi, teknologi ARC memiliki peluang digunakan dalam penyediaan jaringan komunikasi sementara, pemantauan infrastruktur, serta kegiatan penelitian lingkungan. Sebagai ilustrasi, drone yang bertugas memantau jalur listrik berpotensi lebih efisien jika waktu penerbangannya dapat diperpanjang. Akan tetapi, integrasi dengan kebutuhan industri tetap membutuhkan evaluasi. Keselamatan penggunaan laser perlu menjadi bagian dari perencanaan sebelum layanan digunakan secara komersial. Melalui evaluasi yang menyeluruh, sistem ARC dapat mendukung pengembangan operasi penerbangan yang lebih fleksibel.

Kendala Penerapan Wireless Power Beaming untuk Pesawat Tanpa Awak

Meskipun sistem pengiriman daya laser telah diuji, berbagai tantangan teknis harus dievaluasi lebih lanjut. Persyaratan dasar teknologi ini adalah mempertahankan akses langsung antara pemancar dan penerima. Jika hubungan cahaya terputus, pasokan listrik dari pemancar mungkin terputus. Di samping hambatan fisik, gangguan atmosfer berpotensi menurunkan kemampuan pengiriman energi. Pengembang perlu mempertimbangkan manuver yang mengubah arah penerima. Untuk mempertahankan kinerja, mekanisme pengendalian pancaran yang responsif dibutuhkan dalam pengoperasian.

Perlindungan terhadap lingkungan sekitar perlu memperoleh perhatian khusus. Pengiriman energi melalui laser berdaya tinggi harus dikendalikan melalui sistem perlindungan. Sistem pemancar seperti ini memerlukan penilaian risiko sebelum digunakan. Pengembang perlu memastikan pengamanan terhadap objek yang melintas serta kepatuhan pada ketentuan penerbangan. Pengembang ARC menyebutkan bahwa teknologi tersebut memasukkan sistem keamanan berlapis. Walaupun perangkat memiliki perlindungan, setiap penerapan membutuhkan pemeriksaan keselamatan. Keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh keseimbangan keselamatan operasional dan biaya penerapan yang masuk akal.

Kesimpulan: Teknologi Laser ARC Membuka Peluang Baru bagi Drone

Kemajuan sistem wireless power beaming PowerLight menunjukkan langkah penting dalam penerapan transmisi listrik berbasis cahaya. Berkat kombinasi perangkat transmisi serta konversi cahaya, drone berpotensi memperoleh pasokan daya ketika terbang. Pencapaian dalam percobaan menggunakan drone K1000ULE menjadi bukti awal kemampuan teknologi. Investasi tambahan dari pemerintah Amerika Serikat juga memperlihatkan perhatian terhadap sistem operasi drone berdurasi panjang. Walaupun demikian, penerapan luas membutuhkan evaluasi lanjutan. Bagaimana pendapat Anda mengenai inovasi pengiriman energi nirkabel untuk pesawat tanpa awak? Silakan bagikan pendapat Anda mengenai potensi penerbangan tanpa awak yang lebih berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button